Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Disini Fajar dan Senja



Disini Fajar dan Senja 
Manusia sudah dibuat terlena oleh fajar.
Manusia dibuat gila pula oleh senja.
Berlarilah mereka ingin menemuinya.
Kejarlah maka terik panas yang akan menyambutmu dengan hangat menyengat otakmu.
Disini adalah fajar bagi orang barat,
Disini pula senja bagi orang timur.
Mengejar sesuatu yang tak tahu apa yang kau kejar.
Sebelum mengatakan bahwa ini adalah fajar lihatlah dahulu seperti apa rupa senja.
Mengejar kesenangan berpijak pada penderitaan menghilangkan keba­hagiaan. 
Salah Satu Kebangkitan
Diam dan liahtlah bagaimana mudahnya bernga hidup dalam bangkai kemudian jadi lalat.
Belajarlah dari kelelawar yang memilih malam jadi hidupnya.
Belajarlah pula dari cacing yang tetap hidup meski tak perlu permu­kaan tanah.
Bangunlah dari keterbenaman.
Jika ingin hidup, maka hiduplah.
Jika ingin mengejar mimpi tidurlah.
Jika kau ingin bahagia kejarlah, jangan menderita.

 
Kebagkitan manusia dari rahim ibunya adalah awal kehidupan.

Keterbenaman manusia dalam liangnya adalah tanda terbitnya dia dalam kehidupan lainnya.
Manusia tak pernah terbenam hanya manusia yang membe – namkan diri dari kehidupan.
Untuk apa kebangkitan ini jika akhirnya ada kebangkitan lagi?
*Fendi Prastyo Bagus: 10 Agustus 1992, anggota Divisi Sastra LPM Perspektif, mahasiswa Hubungan Internasional UB 2011
(Visited 77 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts