Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Bakal Calon Rektor UB Gelar Diskusi dengan Mahasiswa

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp


Malang, PERSPEKTIF –Rangkaian sosialisasi bakal calon (balon) rektor Universitas Brawijaya (UB) periode 2014-2018 ditutup dengan sosialisasi serta tanya jawab di depan ratusan mahasiswa, pada Jumat (21/2) di Gelanggang Olahraga (GOR) Pertamina UB. Sosialisasi yang dilaksanakan oleh panitia pelaksana pemilihan Rektor 2014 sejak 19 Februari 2014 bekerja sama dengan Kementrian Kajian Strategis Eksekutif Mahasiswa (EM) 2014. Acara ini diisi dengan pemaparan visi misi bakal calon dan tanya jawab dari mahasiswa.
R. Muktasim Billah selaku Presiden Eksekutif Keluarga Mahasiswa (EKM) UB Kampus 4 Kediri mempertanyakan terkait pembangunan gedung UB Kampus 4 yang belum terealisasikan sampai sekarang. “Kami sudah 3 tahun tanpa kampus,” ujar mahasiswa Fakultas Hukum UB Kampus 4 angkatan 2011 pada acara yang berlangsung sejak pukul 13.30 tersebut.
Menjawab pertanyaan itu, Sumartono, balon rektor UB nomor urut 7 menyatakan bahwa perizinan pembangunan gedung UB kampus 4 sebenarnya sudah tidak ada masalah karena masih berada dalam satu domisili Jawa Timur. “Perizinan tinggal menunggu DPR dan Pemerintah Kediri,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) 2007-2013 ini. Ia juga menyampaikan gagasannya tentang pemanjangan grade Uang Kuliah Tunggal (UKT) agar lebih proporsional. “Rektorat bisa membebaskan biaya SPP mahasiswa melalui ketentuan khusus,” tambahnya.
Sementara itu, terkait fasilitas, balon rektor dari Fakultas Peternakan (Fapet), Ifar Subagyo menyampaikan gagasannya tentang parkiran terpusat dan penyelesaian Masjid Raden Patah. “Rencananya parkiran terpusat di gedung poltek lama, bekas lapangan sepakbola, dan gerbang depan (red: gerbang veteran),” imbuh bakal calon rektor nomor urut 4 itu.
Sedangkan mengenai permasalahan kuota mahasiswa dan dosen, balon rektor nomor urut 3 Harnen Sulistio berjanji tidak akan menambah jumlah kuota mahasiswa karena menyesuaikan dengan rencana strategis UB yang telah ditetapkan, “Saat ini rasio kita 1:31, sementara idealnya untuk eksakta 1:25 dan sosial 1:30,” ujar Dekan Fakultas Teknik 2009-2013. Menanggapi hal tersebut, Bambang Suharto yang juga Pembantu Rektor I Bidang Akademik menambahkan ketidaksesuaian jumlah mahasiswa dan dosen juga terkait Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang meminta kenaikan 10-15 persen kuota mahasiswa semenjak 2 tahun terakhir, “Kenaikan memang bertujuan menambah angka partisipasi kasar yang berdampak pada angka efisiensi edukasi dan kemudian berimplikasi pada Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri,” Ujar balon Rektor nomor urut 1 ini.
Di sisi lain, bakal calon rektor nomor urut 6, Nuhfil Hanani menyatakan bahwa masalah mahasiswa difabel yang kerap tidak ditemani oleh volunter mahasiswa bisa diselesaikan dengan menyediakan tenaga khusus bukan volunter. “Pembiayaan tenaga khusus harus dianggarkan pula oleh Rektorat,” tutur Direktur Unit Bisnis UB itu. Dalam acara tersebut 2 bakal calon rektor lainnya yaitu Hari Dwi Utami dan Muhammad Bisri tidak dapat hadir karena alasan tertentu. (bay)
(Visited 74 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts