Beranda Label Sastra

Label: Sastra

TUA DI JALAN

Oleh: Reyhan F. Fajarihza Tua di jalan Tua di jalan   Tumpah ruah sinar mentari perlahan Gandeng tarian debu jalanan Pagi hari penuh riuh rendah pejalan Berlagak memeperjuangkan pengetahuan Berlagak mencari penghidupan   Dilibas...

Suara Rakyat

Oleh: Siti Eka   Pernahkah kau tahu akan suatu keadilan Keadilan yang berasal dari masyarakat Memilih dan dipilih dengan masing-masing hak Tak ada kecurangan dalam setiap hak mereka   Dengan pilihan...

Lemme

Oleh: Why Don't We?   Let me in Let me introduce and know you Let this feeling possessed you Let me gain my pain Let the rain bring my longing Let...

Amour

Oleh : Kineta Asa* Don't you want to come over? Sit next to me here I'll sing the molahonkey song While I'm sharing a moonlight with you Don't you...

Tuan Muara

Oleh : LexI* Tak apa merasa lara dalam kelap malam kejora, tentang kamu yang beraksara yang berhasil berbuat huru-hara, ternyata kamu bukan muara   Tuan, kau pandai...

Ada Baiknya Berpisah Dulu

Oleh : Why Don't We? Keindahanmu membungkam jiwaku Seperti aku terdiam melihat amarah ayah Kau hanya diam tapi seolah menarikku ke dalam duniamu Seperti benda fengshui yang menarik...

Kita

Oleh: Azzohra Nadine Syahdani* Tahu rasanya menunggu? Membosankan bukan? Lelah? Sudah pasti. Tapi untuk yang tersayang, mengapa tidak di lakukan? Aku pernah merasakan itu, sama sepertimu.   Pernah dikecewakan? Ketika kau dengan sabar...

Tang

Oleh : Atlas* Tak semua orang pembicara Tak semua orang romantis Tak ada rungu yang peka, ketika vokal Tak mau berucap. Tak selalu laki Tak selalu perempuan, Takdir bisa berkata Tak ada...

Derita Pahlawan Dari Langit Negriku

Oleh: Annisya Maulidina* Ruh-ruh yang tertiup dalam ruang keabadian Masih dapat menatap perih membiru Masih dapat meratap sejuta pilu Terawang sebuah kesaksian Mereka hanya bisa menahan pekik seru Dalam desah...

Liga Indonesia Bercanda

Oleh: Mohammad Iqbal* Kala sepak bola tak lagi jadi hiburan rakyat Sudah pasti yang bersorak sebatas korporat Jika hiburan rakyat sebatas komoditas pejabat Sudah barang tentu kita tak lagi...