KOKOH - penampakan rusunawa baru universitas brawijaya. (PERSPEKTIF/Pia)

Malang, PERSPEKTIF – Universitas brawijaya (UB) mendapatkan bantuan berupa bangunan Rumah susun mahasiswa (Rusunawa) baru yang terletak di sebelah gedung C Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (FISIP). Sudah mulai dibangun sejak akhir 2018, rusunawa ini merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebelumnya pada Juni 2019, Nuhfil Hanani, Rektor UB, mengatakan bahwa rusunawa ini akan diperuntukkan untuk mahasiswa yang tidak mampu. Namun ketika dikonfirmasi ulang, rusunawa akan diperuntukkan untuk mahasiswa dan dosen asing.

Moch. Sasmito Djati,  Wakil rektor IV UB Bidang Perencanaan dan Kerjasama, pada (14/8), menyatakan bahwa rusunawa ini untuk memfasilitasi mahasiswa dan dosen asing agar mendapat bantuan tempat tinggal selama mengenyam pendidikan di UB.

“Kita harus memfasilitasi (tempat tinggal). Kami merasa kasihan tidak mungkin mahasiswa asing di kos-kosan umum mahasiswa seperti kos di sekitar Ketawanggede. Nah, ini kita desain untuk mahasiswa asing,” ujarnya.

Sasmito juga menjelaskan bahwa untuk biaya sewa rusunawa tersebut masih belum diketahui karena mahasiswa maupun dosen asing yang ingin menempati rusunawa, akan melakukan Mou untuk pemenuhan biaya akomodasi selama berada di UB.

”Untuk biaya biasanya standar, tapi sampai saat ini belum pasti. Kami menentukan harga berdasarkan MOU dengan mahasiswa atau dosen asing ketika mereka kesini. Sebelumnya sudah disepakati semua biaya mereka akan kita tanggung. Begitu juga sebaliknya. Mereka akan menanggung biaya ketika kita pergi ke negara mereka.” ujar Sasmito.

Ketika dikonfirmasi pada (14/8) mengenai harga sewa, Badan Usaha Non Akademik (BUNA), sebagai pengelola rusunawa belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut hingga berita ini dibuat. Hal ini dikarenakan rusunawa tersebut belum diserahkan pihak rektorat kepada BUNA. (glf/dvy/cup)

(Visited 53 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here