Fokus - Massa aksi nampak fokus menyaksikan aksi teatrikal di depan Balai Kota Malang (PERSPEKTIF/Iban)

Malang, PERSPEKTIF – Gelombang aksi menuntut pembatalan Rancangan Undang-Undang (RUU) bermasalah dan penuntasan agenda reformasi terus bergulir. Tidak hanya terjadi di Jakarta, aksi pun juga terjadi di beberapa kota di Indonesia, salah satunya Kota Malang.

Ditemui beberapa saat setelah membubarkan aksi di depan Balai Kota Malang, Juru bicara Front Rakyat Melawan Oligarki In’amul Mustofa sebut gelombang aksi masih bisa terjadi lagi di Malang. “Sementara (hari ini) dibubarkan dahulu, tapi tidak sampai mengentikan aksi. Kemungkinan besok-besok juga masih ada,” tutur In’amul kepada awak Perspektif (24/9).

Meskipun Pemerintah dan DPR RI sudah merespons beberapa regulasi yang dianggap bermasalah, In’amul mengatakan puncak keputusan ada di tanggal satu Okttober. Satu Oktober merupakan akhir masa tugas DPR RI periode 2014-2019. “Betul (masih mungkin aksi lagi). Puncaknya kan satu Oktober, jadi konsolidasi-konsolidasi itu masih ada. Entah itu nanti malam atau besok-besoknya lagi,” pungkasnya.

Sementara itu di Jakarta, massa aksi terus berusaha merangsek masuk ke dalam gedung DPR RI. Dihubungi melalui sambungan telepon, Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya (UB) Azzam Izudin mengatakan bahwa keadaan massa aksi di sekitar gedung DPR RI dipukul mundur menggunakan water canon dan gas air mata oleh pihak kepolisian. Ia juga menuturkan, mahasiswa UB yang hadir ke Jakarta dalam kondisi baik dan tak ada yang menjadi korban. “Sejauh ini masih aman,” ujar Azzam.

Azzam menambahkan bahwa mahasiswa UB yang hadir ke Jakarta belum bisa kembali ke Malang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. “Kami masih melihat situasi dan kondisi, serta mempertimbangkan keamanan juga. Jadi sejauh ini kami belum mengambil keputsan (terkait kepulangan ke Malang),” pungkasnya. (miq/dic)

(Visited 38 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here