Bangga –Jajaran rektorat dan MURI ketika Konfrensi Pers PKKMU Selasa (13/8). (PERSPEKTIF/Maul)

Malang, PERSPEKTIF Universitas Brawiaya (UB) memecahkan rekor dunia versi Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui Pagelaran Megakolaborasi Perkusi Mahasiswa Terbesar di upacara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas (PKKMU) yang diikuti 14.950 Mahasiswa Baru (Maba) pada Selasa (13/8).

Andre Purwandono, Manajer Operasional MURI, menjelaskan bahwa upaya ini telah memecah rekor dunia. “MURI bisa mengeklaim rekor dunia melalui proses penelitian yang panjang,” jelasnya (13/8). 

“Kami memberikan penghargaan atas komitmen MURI untuk menjaga aset-aset bangsa, terutama yang pernah dicaplok oleh negara lain,” tambahnya. 

Andre juga menjelaskan bahwa pemecahan rekor ini adalah upaya melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia. “Kami mempromosikan rekor Indonesia ke GBWR (Guinness Book World Record) sebagai upaya agar dunia mengakui kebudayaan Indonesia sehingga budayanya tetap lestari,” ucapnya. 

Andre menganggap bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang merefleksikan nilai-nilai luhur bangsa. “Kegiatan ini kelihatan sederhana, tetapi jika dikolaborasi dengan lagu Gebyar-Gebyar akan menambah rasa nasionalisme kita semua,” ujar Andre.

Nuhfil Hanani, Rektor UB, menyatakan bahwa kegiatan dan pemecahan rekor ini merupakan implementasi langkah ambisius UB dalam mewujudkan kampus kelas dunia. “Ini merupakan langkah UB untuk mewujudkan kampus kelas dunia. Syukur kalau tembus peringkat 500 dunia,” ungkapnya (13/8).

Abdul Hakim, Wakil Rektor III, bangga dengan Megakolaborasi Perkusi oleh para Maba UB. Ia memandang bahwa perkusi merupakan sederhana dan filosofis. “Perkusi merupakan instrumen sederhana, filosofis, dan sering digunakan dalam media pendidikan di sekolah-sekolah,” ujarnya (13/8). 

“Saya berharap ada pemecahan rekor atau kegiatan positif yang lain,” tambahnya. (mim/jab/cup)

(Visited 22 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here