Buka- Pembukaan Upacara penyambutan peserta PKKMU ditandai dengan pemukulan gong di bundaran rektorat pada Senin (13/08). (PERSPEKTIF/Arliza)

Malang, PERSPEKTIF – Tepat pada 13 Agustus 2019 seluruh warga Universitas Brawijaya (UB) akan bersiap menyambut mahasiswa baru (maba) yang datang dari berbagai macam daerah Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PKKMU) 2019. Persiapan yang dilakukan sejak berbulan-bulan yang lalu pun hanya tinggal menunggu untuk dieksekusi.

Sulung Prasasti Sifatahjati selaku Ketua Pelaksana PKKMU 2019 menjelaskan bahwa sejauh ini persiapan yang dilakukan lebih kepada pematangan teknis, konsep acara, serta koordinasi dengan vendor terkait. “Lebih mematangkan teknis saja. Kemudian untuk konsepan-konsepan yang sudah fix masih kita kejar sampai sekarang. Kita juga lebih banyak berkoordinasi dengan vendor terkait perlengkapan, kesediaan barang, alat, dan lain-lain,” ujar Sulung (9/8).

Hal serupa diungkapkan oleh Muhammad Fikri, Koordinator Acara PKKMU 2019. “Teknis, konsep, dan lain-lain sudah selesai. Mungkin yang kurang adalah pemantapan,” ujarnya saat ditemui pada (9/8) lalu. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa menyusun konsep acara menjadi hal yang paling menantang selama proses persiapan PKKMU 2019 ini. “Yang paling menantang adalah bagaimana cara kita mengonsep acaranya. Sehingga mahasiswa baru ini seenggaknya keluar dari ospek dengan senyuman. Bagaimana caranya kita membuat maba ini bahagia,” sambungnya.

Terkait konsep acara, terdapat perbedaan dalam pelaksanaan PKKMU 2019 ini. Jika tahun lalu UB kedatangan tokoh nasional yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tahun ini tidak ada. Hal tersebut dilakukan guna memaksimalkan pengenalan wawasan seputar kampus. “Perbedaannya sudah pasti tahun ini kita tidak mendatangkan tokoh nasional. Alasannya PKKMU ini khusus untuk mengenalkan wawasan seputar kampus, jadi dimaksimalkan disitu,” ungkap Sulung.

Pelaksanaan PKKMU tahun ini dibarengi pula dengan pengenalan kehidupan kampus dua universitas lain disekitar UB, yakni Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim. Maka dari itu pihak panitia juga berusaha mengantisipasi terjadinya kemacetan pada hari-H. “Mungkin lebih koordinasi dan komunikasi sama pihak kepolisian terkait pengamanan jalan dan pengalihan jalan arus lalu lintas itu,” tutup Sulung. (chr/alf/ptr)

(Visited 44 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here