Oleh: Reyhan F. Fajarihza

Tua di jalan

Tua di jalan

 

Tumpah ruah sinar mentari perlahan

Gandeng tarian debu jalanan

Pagi hari penuh riuh rendah pejalan

Berlagak memeperjuangkan pengetahuan

Berlagak mencari penghidupan

 

Dilibas saja cinta akan kebebasan

Menyeruak dalam hiruk pikuk yang membosankan

Aspal mampat oleh kendaraan yang bawa serta harapan

Berbiasa oleh telinga tebal kekangan

 

Mau sampai kapan mati-matian?

Terjerembab dalam tekanan, kesepian dalam keramaian.

Berkawan baik dengan keluhan

Memahirkan bincang kemunafikan

 

Merugilah, merugilah kalian

Yang hanya merasakan

Menjadi tua di jalan

 

Tua di jalan

Tua di jalan

 

PENULIS MERUPAKAN MAHASISWA PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

(Visited 26 times, 1 visits today)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here