Pembatas - Sisi selatan jalan antara Gedung Teknik Elektro dan Fakultas Ilmu Budaya disterilkan dari kendaraan mobil yang parkir. (PERSPEKTIF/Ayu Isma)

Malang, PERSPEKTIF – Senin (8/4) Universitas Brawijaya (UB) menerapkan kebijakan baru parkir mobil di sepanjang jalan antara Gedung Teknik Elektro dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Kebijkan ini berupa penutupan salah satu sisi jalan sehingga kendaraan mobil hanya bisa parkir di sisi utara jalan dekat Gedung Teknik Elektro. Tujuan penutupan tersebut guna mengurangi kemacetan yang sering terjadi di dalam kampus.

Syambodo Rachman selaku Komandan Markas Komando (MAKO) menjelaskan sistem parkir mobil yang baru diterapkan guna mengurai kemacetan yang sering terjadi. “Saya melihat di situ rawan terjadi kemacetan karena merupakan jalan dua arah dan terkadang ada mobil-mobil besar melintas. Melihat situasi dan kondisi tersebut, maka sisi selatan kami sterilkan dari mobil-mobil yang parkir,” jelas Syambodo.

Syambodo juga menyampaikan sebagai alternatif bagi pengguna mobil, parkir dialihkan ke hutan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). “Ketika area parkir disterilkan, saya memberikan solusi untuk parkir di hutan FMIPA. Saya melihat di hutan FMIPA, terutama di depan Gedung Senat masih luas untuk parkir roda empat,” tambahnya.

Menanggapi kebijakan tersebut, Indyanto Gadang Alfaruki, mahasiswa Teknik Elektro 2017 mengungkapkan disterilkannya satu sisi jalan menyebabkan sulitnya mencari area parkir mobil. “Jadi susah mencari parkir, terkadang sampai tiga kali keliling UB hanya untuk mencari parkiran. Terkadang juga parkir di Fakultas Hukum atau di Fakultas MIPA, jadi jauh untuk mencari parkir kalau di sini di sterilkan,” tutup Alfaruki.

Hal senada diungkapkan oleh Farhan Givary, mahasiswa Hubungan Internasional 2017. Menurutnya, sistem parkir mobil yang baru justru merugikan mahasiswa.“Menurut saya itu sangat merugikan karena mahasiswa pengendara mobil di UB banyak, jadi susah cari parkiran. Bahkan bisa sampai terlambat masuk kelas hanya karena mencari parkiran,” ungkap Farhan.

Ia menyarankan agar area parkir di gedung yang telah difasilitasi oleh fakultas tidak hanya ditujukan untuk dosen dan karyawan saja. “Kalau diperbolehkan parkiran di gedung-gedung yang ada di fakultas juga boleh digunakan untuk mahasiswa, karena sulit mencari parkiran mobil,” tambahnya.

Lebih lanjut, Syambodo mengatakan pensterilan parkir mobil juga diterapkan di sepanjang jalan sebelah utara Teknik Industri ke barat menuju gerbang keluar Watu Gong. Kemudian, di jalan sisi utara gazebo Fakultas Kedokteran. “Saya sterilkan dengan memberi marka cone dan barrier di situ, agar tidak dibuat parkir. Lalu, di sebelah utara gazebo FK juga kami beri pembatas,” pungkasnya. (aar/ais/dip)

(Visited 38 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here