Oleh: Azzohra Nadine Syahdani*

Tahu rasanya menunggu?

Membosankan bukan?

Lelah? Sudah pasti.

Tapi untuk yang tersayang, mengapa tidak di lakukan?

Aku pernah merasakan itu, sama sepertimu.

 

Pernah dikecewakan?

Ketika kau dengan sabar menunggu, namun ia malah memilih pergi dengan yang lain.

Remukkah hatimu?

Ya, aku juga, pernah merasakan hal yang sama.

 

Kita tahu betapa menyakitkannya ditinggalkan.

Kita tahu betapa bodohnya kita menunggu sesuatu yang enggan bersama kita.

Biarlah mereka pergi, biarlah.

Sudah cukup pengorbananmu.

Cukupkan di sini saja.

 

Lalu, bagaimana dengan kita?

Mengapa tidak awali saja “kita”?

Dua orang patah hati yang ingin hatinya utuh kembali.

Mungkin dengan adanya “kita”, hati tak akan pecah kembali.

Karena kita tahu meninggalkan bukanlah solusi untuk hati.

PENULIS MERUPAKAN Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Airlangga angkatan 2017.

(Visited 30 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here