Demokrasi – Mahasiswa FISIP berpartisipasi dalam pemilihan mahasiswa (pemilwa) 2018 (5/12) (PERSPEKTIF/Jeff)

Malang, PERSPEKTIF – Pelaksanaan Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa) 2018 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) telah diselenggarakan pada Rabu (5/12) di lantai satu Gedung Yogi Sugito.

Abdul Aziz,  salah satu anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) 2019 terpilih saat ditemui awak Perspektif setelah perhitungan suara, mengatakan akan memenuhi janjinya membuat sebuah mekanisme advokasi. “Saya akan memenuhi janji saya mewujudkan sebuah mekanisme advokasi yang jelas dari lembaga-lembaga terkait,” ungkapnya.

Selain itu, Abdul Aziz menyampaikan ia bersama DPM terpilih lainya juga akan membenahi fungsi pengawalan dan koordinasi. Fungsi pengawalan dan koordinasi akan lebih ditingkatkan,  agar kinerja dari lembaga-lembaga seperti BEM lebih optimal.

“Selain itu, saya juga akan mencoba untuk membenahi FISIP agar lembaga-lembaga mahasiswanya lebih optimal dan efisien kinerjanya. Hal ini dapat dilakukan dari peningkatan fungsi DPM sendiri,” tegas mahasiswa Hubungan Internasional 2016.

Beberapa mahasiswa FISIP berharap anggota DPM 2019 terpilih dapat memenuhi janji-janji politik yang telah dibuat. Alqaudsar Ismail, mahasiswa jurusan Ilmu Politik 2016 berharap DPM FISIP terpilih dapat bekerja dengan benar dan berpegang teguh atas kebenaran masing-masing.

“Harapan saya untuk DPM yang terpilih, mereka bekerja dengan benar dan berpegang teguh atas kebenaran yang mereka pegang sendiri. DPM yang terpilih harus menjauhi kegiatan korupsi dan kolusi,” ungkap Alqa.

Alqa jmenambahkan, “Kalau DPM yang terpilih berbuat salah, kami akan mengingatkan melalui kritik. Apabila tidak bisa dikritik, kami akan langsung nyentil mereka sendiri,” tambahnya.

Alvin Hendra, mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi 2016, juga menunjukkan harapan yang sama. Alvin berharap DPM terpilih tidak menyimpang dari tugasnya. Anggota DPM terpilih juga harus bekerja dengan benar, sesuai dengan programnya dan tidak membawa kepentingan lain selain kepentingan kampus.

“Harapan saya untuk DPM hanya satu, mereka tidak menyimpang dari tugasnya. DPM yang terpilih harus bekerja sesuai dengan programnya. Mereka juga tidak boleh membawa kepentingan lain selain kepentingan kampus,” tutur Alvin.

Selain itu, Alvin juga menyarankan anggota DPM lebih terjun lagi ke lapangan, agar dapat mengkritisi eksekutif.  “Hal ini itu perlu, supaya eksekutif dapat bekerja lebih optimal lagi,” tegas Alvin. (jab/wur)

(Visited 47 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here