Sepi- Closing Ceremony Olimpiade Brawijaya sepi penonton, acara closing diadakan di GOR Pertamina, Rabu (14/11). (Perspektif/ Putri)

Malang, PERSPEKTIF – Perhelatan Olimpiade Brawijaya  (OB) 2018 telah resmi ditutup dengan Closing Ceremony yang diadakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Pertamina pada Rabu malam (14/11). Acara dibuka dengan penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Marching Band. Namun, pada penutupan OB kali ini sepi, banyak bangku penonton yang tidak terisi.

Closing Ceremony yang dijadwalkan dimulai pada pukul 17:45 Waktu Indonesia Barat (WIB) harus diundur hingga pukul 19:22 WIB. Mundurnya acara diakibatkan banyak kontingen dan suporter yang datang terlambat. Bahkan beberapa fakultas kontingennya tidak hadir.

Sayyidah Aisyah, ketua kontingen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengungkapkan penghapusan dua cabang olahraga (cabor), basket dan futsal dalam perhelatan OB menurunkan semangat seluruh fakultas. “Penghapusan dua cabang lomba (red: futsal dan basket) mengurangi semangat teman-teman, baik  kontingen maupun suporter seluruh fakultas. Aku sudah tiga kali ikut OB dan tahun ini benar-benar terasa ada penurunan euforia,” ungkap Sayyidah.

Hal senada juga disampaikan oleh Pandu Putra Alam, Ketua Kontingan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Pandu mengatakan perhelatan OB tidak lengkap tanpa basket dan futsal. “Tidak bisa dipungkiri semua cabang perlombaan pun saling memengaruhi gitu. Tahun ini terasa tidak selengkap tahun lalu,” jelas Pandu.

Pandu juga menyayangkan penghapusan basket dan futsal dari perhelatan OB 2018. Tapi ia menyadari OB tidak hanya dua cabang tersebut. “Perasaan saya jujur mewakili atlet-atlet di dua cabang tersebut (red: basket dan futsal) jelas sedih dan kecewa,” ungkapnya.

Menanggapi turunnya euforia OB 2018, Revin Yohanes Abraham selaku Ketua Pelaksana OB akan mengadakan evaluasi. “Dilihat dari evaluasinya dulu, belum tentu delapan cabang perlombaan yang ditiadakan ada di tahun depan. Tapi kami akan memperjuangkan agar terlaksana di tahun depan bersama panitia baru,” jelasnya.  

Revin menyampaikan harapannya untuk OB tahun depan dapat berubah secara total mengingat turunnya euforia OB 2018. “Saya ingin ada perubahan baru secara total. OB tahun depan kami bisa bentuk formulasi bersama buat kebaikannya, khususnya dalam menjaga kedamaian,” pungkasnya. (rmh/wur)

(Visited 128 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here