Riuh - Para suporter riuh menyanyikan lagu fakultas masing masing di depan GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Kamis (25/10) (PERSPEKTIF/Dicky)

Malang, PERSPEKTIF – Berbeda dari tahun sebelumnya, perhelatan Olimpiade Brawijaya (OB) 2018 meniadakan cabang olahraga (cabor) basket dan futsal. Dihapusnya dua cabor tersebut merupakan bentuk evaluasi kepada seuluruh mahasiswa Universitas Brawijaya (UB).

Denny Widhiyanuriyawan, Pembina Olimpiade Brawijaya 2018 mengatakan peniadaan basket dan futsal pada OB 2018 merupakan bentuk evaluasi. Denny menyebutkan basket dan futsal selalu memicu UB ke arah yang destruktif.

“Dua cabang itu bukan paten dihilangkan. Jadi dua cabang olahraga itu selalu memicu konflik. Makanya dievaluasi dengan dihapuskan dari cabang perlombaan OB tahun ini. Hal ini sudah menjadi keputusan bersama,” jelas Denny yang juga Wakil Dekan (Wadek) 3 Fakultas Teknik (FT).

Revin Yohanes Abraham, Ketua Pelaksana Olimpiade Brawijaya 2018 menuturkan penghapusan dua cabor dikarenakan Wakil Rektor (Warek) bidang Kemahasiswaan dan Wadek 3 se-UB mengkhawatirkan tingkat keamanan. “Berkaca dari tahun lalu mereka merasa tahun ini perlu adanya evaluasi, khususnya dua cabor itu. Jadi itu bentuk sanksi untuk seluruh mahasiswa UB,” ungkap Revin.

Terkait peluang basket dan futsal kembali diperlombakan dalam OB tahun depan, Denny mengungkapkan belum ada kepastian. “Tahun depan futsal dan basket belum pasti. Bisa kembali ada dan bisa juga ditiadakan kembali, tergantung evaluasi OB tahun ini. Bagaimana kondisi OB tahun ini, gimana suporternya,” jelasnya.

Senada dengan Denny, Revin menuturkan ada kemungkinan cabor basket dan futsal kembali diselenggarakan. Syaratnya OB tahun ini tidak ada kerusuhan. “Kemungkinan tahun depan basket dan futsal bisa ada,” tutur Revin.

Denny menegaskan kembalinya basket dan futsal harus melalui tahap evaluasi jalannya OB tahun 2018. Apabila OB 2018 berjalan tertib, maka basket dan futsal dapat diselenggarakan kembali. “Memutuskannya harus dari evaluasi, kalau ini sudah OB 2018 lancar, tertib, aman, terkendali. Kemudian ada kesepakatan, yaudah tahun depan bisa dilaksanakan, simple sebenarnya,” tutur Denny.

Jatmiko Satrio Utomo, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menuturkan pihak rektorat harus memegang komitmennya. “Jadi tidak hanya sekedar janji, tapi memang tahun depan harus terealisasi basket dan futsal harus ada. Tahun ini bisa dilihat pelaksanaan Olimpiade Brawijaya lancar-lancar aja,” ungkap Jatmiko.

Aldi Satrio, mahasiswa Fakultas Teknik menyambut baik peluang basket dan futsal kembali diselenggarakan. “Bagus, soalnya akan lebih menarik minat mahasiswa ke OB tahun depan. Basket sama futsal bergengsi gitu bagi tiap fakultas, ungkap Aldi. (dip/wur)

(Visited 71 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here