Oleh : Anatasia Anjani*

 

Setiap rumah setidaknya memiliki jendela

Untuk melihat apa yang ada diluar

Setiap rumah setidaknya memiliki kaca

Untuk melihat apa yang ada didalam

Jiwa dan diri ini ibaratkan jendela dan kaca

Dua kaki ini butuh berjalan

Sejauh kemana jendela mata menuntun

Ada musuh terbesar dalam hidup

Kaca,kadang harus berkaca

Berkaca apakah ada jiwa yang terkurung

Pikiran pikiran yang membatasi manusia

Realita yang bertolak belakang

Setidaknya setiap jendela mempunyai kaca bukan?

Jangan pisahkan keduanya

Nanti tak sedap dipandang jadinya

 

penulis merupakan mahasiswa ilmu komunikasi ub 2015. anggota divisi sastra lpm perspektif

(Visited 48 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here