Jawab- Senin (22/20), EM UB selenggarakan acara Halo Rektor di UB TV lantai 2 Gedung Rektorat , dengan agenda tanya jawab bersama Rektor UB, Nuhfil Hanani (Pespektif/Putri)

Malang, PERSPEKTIF – Kementerian Kebijakan Kampus, Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya  (UB) menyelenggarakan audiensi bersama rektor dengan tajuk “Halo Rektor” bertempat di UB TV lantai dua Gedung Rektorat UB, pada Senin (22/10). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen mahasiswa serta jajaran rektorat yaitu Nuhfil Hanani selaku rektor, ditemani oleh Arief Prajitno, Wakil Rektor bagian Kemahasiswaan.

Berbagai permasalahan pun disampaikan oleh mahasiswa dalam dialog tersebut. Mulai dari masalah kurangnya lahan parkir, sarana-prasarana, transparansi dana Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), legalitas UB Kediri, hingga kelanjutan UB sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Mengenai PTN-BH, Nuhfil menyampaikan bahwa tahun depan UB ditargetkan menjadi PTN-BH, menyusul sebelas universitas di Indonesia lainnya. Hal ini ia tekankan sebagai salah satu permasalahan pokok universitas yang harus segera dituntaskan. “Saya tidak ingin UB menjadi yang terakhir. Tahun depan UB ini harus mandiri. Saya ingin segera mengusulkan tahun ini, sehingga tahun depan mudah-mudahan UB menjadi PTN-BH,” ujarnya.

Terkait dengan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang selama ini menjadi kekhawatiran  mahasiswa akan dampak status PTN-BH. Nuhfil menegaskan bahwa tidak adanya hubungan antara PTN-BH dengan kenaikan UKT. “Kata siapa itu? Tidak ada hubungannya antara UKT dengan PTN-BH. Coba kita tengok universitas lain yang sudah PTN-BH, Institut Teknologi Surabaya, misalnya, UKT nya lebih mahal di sini dibanding dengan sana,” tuturnya.

Meski terbilang singkat serta partisipasi dari jajaran rektorat kurang acara tersebut diharapkan mampu menjadi wadah penyampaian aspirasi mahasiswa. Selain itu, juga menjadi langkah awal adanya penyelenggaraan audiensi selanjutnya. Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Nur Fauzan, Presiden EM 2018, ketika ditemui oleh PERSPEKTIF di akhir acara.

“Setidaknya semua pesan tersampaikan ke pak rektor dan ada follow-up. Ada jaminan dari beliau sendiri untuk melakukan follow-up. Audiensi selanjutnya harus tetap ada, jadi tidak hanya sekedar ini.  Syukur-syukur kalau itikad itu datangnya juga dari pihak rektor sendiri, bukan dari kami terus yang kejar”ungkapnya. (shv/wur)

(Visited 61 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here