sumber: google

Judul novel      : Cantik Itu Luka

Penulis             : Eka Kurniawan

Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit     : 2012

Tebal                : 481

Oleh                 : Alfanita Darmayanti

Novel Cantik Itu Luka merupakan karya pertama Eka Kurniawan. Novel ini menceritakan kehidupan Dewi Ayu, seorang pelacur dengan paras yang cantik di Halimunda pada masa kolonial Belanda. Dewi Ayu merupakan anak dari Henri Stammler dan Aneu Stammler. Henri Stammler merupakan anak dari Ted Stammler dan Marietje Stammler sedangkan Aneu Stammler anak dari Ted Stammler dan Ma Iyang, yang merupakan gundik atau wanita simpanan Ted Stammler. Aneu diasuh oleh Ted dan Marietje sejak Ma Iyang bunuh diri dengan terjun dari bukit cadas. Setelah dewasa Aneu dan Henri saling jatuh cinta hingga Aneu melahirkan seorang putri dari Henri yang diberi nama Dewi Ayu, namun orang tua Dewi Ayu meninggalkannya sejak masih dia masih kecil yang kemudian diasuh oleh kakek dan neneknya. Dewi Ayu tumbuh menjadi gadis pemberani dan kuat. Ketika Dewi Ayu berumur 17 tahun, dia harus kehilangan keluarganya yang mati karena perang saat tentara Jepang mulai memasuki Hindia Belanda, bahkan Dewi Ayu sempat dipenjara selama dua tahun bersama orang-orang Belanda lainnya oleh pemerintah Jepang. Setelah dua tahun dipenjara, Dewi Ayu bersama 19 perempuan lainnya dipindahkan ke rumah mewah yang dipimpin oleh Mama Kalong, seorang perempuan pribumi pemilik rumah pelacuran. Dari situlah awal mula Dewi Ayu menjadi seorang pelacur bersama 19 perempuan lainnya untuk memenuhi nafsu para tentara Jepang.

Dewi Ayu melahirkan empat anak perempuan, tiga perempuan dengan paras cantik yaitu Alamanda, Adinda, dan Maya Dewi sedangkan si bungsu terlahir dengan wajah buruk rupa bernama Cantik. Keempat anak Dewi Ayu memilik nasib yang sama yaitu tidak jelas identitas ayahnya. Alamanda menikah dengan laki-laki yang tidak ia suka yaitu Shodanco dan melahirkan putri bernama Nurul Aini. Adinda menikah dengan Kamerad Kliwon dan melahirkan seorang putra bernama Krisan. Maya Dewi menikah dengan Maman Gendeng mantan kekasih Dewi Ayu yang kemudian melahirkan seorang putri bernama Rengganis Si Cantik. Krisan dan Nurul Aini saling jatuh cinta, namun karena kecantikan Rengganis, Krisan tidak bisa menahan nafsunya dan bersetubuh dengan Rengganis hingga hamil. Krisan juga bersetubuh dengan Cantik yang tak lain adalah bibinya hingga Cantik juga hamil. Tidak ada bedanya bersetubuh dengan Rengganis Si Cantik dengan Cantik si buruk rupa bagi Krisan. Hingga Cantik bertanya pada Krisan mengapa dia bersedia bersetubuh dan mencintai perempuan buruk rupa, “sebab cantik itu luka” jawab Krisan di malam hari sebelum dia terbunuh. Dalam novel ini, perempuan cantik merupakan perempuan yang kulit putihnya, tubuh yang indah, dan paras yang sempurna di pandangan masyarakat. Perempuan-perempuan cantik dalam novel seakan-akan membahayakan dan melukai bagi sekitarnya.

Novel Cantik Itu Luka telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa asing seperti Jepang dan Malaysia. Cerita dalam novel menggunakan sudut pandang orang ketiga. Pada awal cerita pembaca sudah disuguhkan dengan suatu peristiwa di mana Dewi Ayu bangkit dari kuburnya setelah kematiannya dua puluh satu tahun lamanya. Hal tersebut mengundang pembaca untuk mengetahui dan melanjutkan bacaannya. Eka Kurniawan menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh pembaca, bahkan penjelasan peristiwa vulgar dikemas dengan bahasa yang santai. Penjelasan-penjelasan di setiap peristiwa diceritakan dengan detail oleh penulis sehingga pembaca terbawa dengan suasana yang dibangun, begitu juga dengan peran setiap tokoh yang kuat seakan-akan cerita tersebut hidup di sekitar kita. Penjelasan perisiwa secara detail seperti tokoh Mamang Gendeng yang dijelaskan tentang kehidupannya, asal usul, perwatakan, hingga bagaimana dia dikenal dengan sebutan pendekar penghabisan. Ketika membaca novel ini, pembaca dibuat terkagum dengan kejutan-kejutan yang penulis sajikan di setiap peristiwa dalam novel yang tidak bisa diprediksi oleh pembaca.

Novel Cantik Itu Luka berlatar waktu dari masa kolonial hingga pasca-kolonial. Di akhir novel, Eka Kurniawan menyertakan silsilah keluarga Dewi Ayu untuk memperjelas cerita novel Cantik Itu Luka. Cerita yang panjang dan cukup rumit dalam novel dapat membuat pembaca sedikit kebingungan dalam membaca sehingga disarankan untuk mengingat setiap kisah di setiap babnya. Banyaknya tokoh dalam cerita juga membuat pembaca harus berhati-hati ketika membaca. Novel ini dibagi menjadi beberapa bab, tetapi tidak disertakan judul di dalamnya. Hal tersebut dapat membuat pembaca kebingungan dengan alur cerita pada awal membaca. Novel ini sangat cocok bagi pembaca yang menyukai kejutan-kejutan yang tidak terduga dalam suatu cerita, pembaca yang ingin membaca novel dengan latar waktu masa kolonial hingga pasca-kolonial, dan cocok bagi pembaca yang ingin melihat peran perempuan dari sudut pandang yang berbeda.

(Visited 31 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here