Padat – Parkiran Fisip yang padat karena lahan parkir yang sempit (PERSPEKTIF/Vidia)

Malang, PERSPEKTIFFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) rencanakan pembangunan lahan parkir. Pembangunan lahan parkir dilakukan mengingat kurangnya lahan parkir di wilayah FISIP jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa FISIP. Dalam perencanaannya, lahan parkir baru ini akan dibangun dengan model parkir bertingkat sebanyak empat tingkat.

Sutan Rachman, selaku Kasubag Umum dann Keuangan FISIP menyampaikan bahwa rencana pembangunan lahan parkir didasarkan pada jumlah mahasiswa yang tidak sebanding dengan lahan parkir yang dimiliki FISIP. “Mengingat sekarang kan tambah menciut lahannya, jumlah mahasiswanya tambah banyak. Jadi rencananya parkir akan disusun vertikal. Kami gak bisa mengandalkan lahan yang ada,” jelasnya.

Selain itu, Sutan menjelaskan bahwa alasan pembangunan lahan parkir baru merupakan permintaan dari pihak rektorat untuk bisa mengkolaborasikan kubutuhan parkir dengan konsep green campus yang diusung oleh UB. Ia juga menambahkan pembangunan lahan parkir ditujukan untuk parkir motor terlebih dahulu. “Itu parkir motor ya, kalau parkir mobil itu belum ada,” tutur Sutan.

Unti Ludigdo, Dekan FISIP UB menjelaskan bahwa rencana pembangunan lahan parkir motor diperuntukkan bagi mahasiswa FISIP. “Untuk mahasiswa terutama, kalau dosen dan tendik (red: tenaga pendidik) nanti di Gedung C. Mudah-mudahan nanti memadai.”

Terkait lokasi yang akan digunakan, Unti memaparkan bahwa pembangunan lahan parkir rencananya akan dibangun tepat di belakang gedung Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM). “Tempatnya di belakang gedung kegiatan mahasiswa, nah nanti mau kami susun. Tapi itu ekspektasi saya ya, belum detail perencanaannya,” ungkap Unti.

Menanggapi rencana pembangunan lahan parkir FISIP, Rinda Rahmawati, salah satu mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi 2017 menilai hal tersebut merupakan hal yang bagus untuk direalisasikan. Ia menilai pembangunan lahan parkir akan membuat mahasiwa tidak lagi kebingungan dalam mencari tempat untuk parkir motor.

“Menurut aku sih bagus ya karena kan jujur aku sendiri parkirnya gak di FISIP tapi di MIPA, karena pertama lebih teduh sih banyak pohon, kedua kalau udah jam-jam segini (red: siang hari) udah mulai penuh gitu,” jelas Rinda.

Senada dengan Rinda, Salma Luthfia menanggapi positif wacana pembangunan lahan parkir tersebut. “Menurut aku sih itu lebih efektif dan sangat dibutuhkan yah. Karena seperti yang kita tau, permasalahan di FISIP ini adalah lahan parkir. Jadi wacana pembangunan lahan parkir bakalan bagus banget untuk memecahkan masalah ini. Selama itu bakalan benar-benar menguntungkan gitu,” terang Mahasiswi Hubungan Internasional angkatan 2017 ini.

Ketika ditanya mengenai kapan dimulainya pembangunan lahan parkir tersebut, Sutan menuturkan bahwa masih belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Lebih lanjut ia menjelaskan pembagunan lahan parkir tidak bisa direalisasikan pada tahun 2019. Hal ini terkait dengan rencana untuk merampungkan pembangunan gedung C FISIP pada tahun depan. “Realisasinya gak bisa tahun depan, karena tahun depan itu kami harus selesaikan gedung C. Kan itu itungannya tidak murah.”

Selain itu, Sutan juga menjelaskan bahwa pembangunan lahan parkir harus mempertimbangkan prioritas dalam penataan ruang di FISIP yang sudah diatur sebelumnya. “Itu sesuai dengan masterplan FISIP,” tutupnya. (sci/wnd)

(Visited 85 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here