Tegur- Panitia sedang menegur salah satu mahasiswa baru yang sedang terlambat (Perspektif/Rizkina)

Malang, PERSPEKTIF– Pihak Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) sudah merilis panitia PKKMABA FISIP UB pada tanggal 31 Mei 2018. Padahal, belum ada surat tugas resmi dari pihak kemahasiswaan sebagai syarat sah pembentukannya.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)mengeluarkan rilis yang mengungkapkan bahwa kepanitiaan yang terbentuk tersebut akan sah apabila memiliki surat keputusan dari Wakil Dekan (WD) III bagian Kemahasiswaan FISIP.

Akhmad Muwafik Saleh,WD IIIBagian Kemahasiswaan FISIP menyatakan bahwa ketika pengumuman panitia tersebut dikeluarkan,Ketua Pelaksana (Kapel) belum menyerahkan daftar panitia padanya untuk kemudian  disahkan oleh fakultas. “Panitia dikatakan sah apabila ada surat tugas dari penanggungjawab kegiatan dalam hal ini adalah kemahasiswaan.”

Hal ini diungkapkan Muwafik karena kegiatan PKKMABA Fakultas merupakan wewenang pihak kemahasiswaan fakultas dengan bantuan dari mahasiswa. Sehingga seluruh rangkaian kegiatan PKKMABA merupakan tanggungjawab fakultas sebagai pelaksana. “Seluruh kegiatan kebijakan dan segala macam dari fakultas,” ungkap Muwafik.

Hapiz Daulay selaku pengawas PKKMABA dan Ketua DPM mengonfirmasi bahwasannya informasi yang dikeluarkan DPM mengenai pengumuman kepanitiaan tanpa sepengetahuan anggota DPM lainnya. “Jadi yang diinformasikan DPM tersebut dari koordinatorHumas DPM saja yang berasal dari daftar yang diberikan oleh Kapel, belum ada koordinasi dengan yang lain,” jelasnya.

Reza Rivaldi menyatakan bahwa memang sebelum daftar nama kepanitiaan yang terbentuk itu diserahkan pada koordinator humas untuk diinformasikan, ia belum menyerahkan pada wakil dekan 3 bagian kemahasiswaan untuk mendapat persetujuan.

Reza menganggap bahwa sudah mendapatkan izin secara tidak langsung oleh wakil dekan 3 terkait kepanitiaan yang telah dibentuk saat akan melakukan peminjaman tempat gathering panitia.“Saya belum menyerahkan ke WD 3, tapi waktu itu saya sudah membuat kepanitiaan. Saya cek ke pak Muwafik mengiyakan terkait saya mau bilang mau pinjam lantai 7 untuk gathering panitia,” jelasnya.

Reza menambahkan bahwa Muwafik sempat menanyakan alasan kenapa gathering baru akan dilaksanakan. Akan tetapi, Muwafik kemudian memberikan izin gathering panitia.“Terus kata pak Muwafikkok baru buat surat sekarang? terus saya bilang iya pak maaf ini tanggal 30 Mei itu sesuai timeline yang kami buat.Terus kata pak Muwafik oke coba buat surat, terus saya bilang yasudah saya pindah ke air mancur saja pak. Kata pak Muwafik oke, secara tidak langsung menyetujui gitu.”tandasnya.

Reza menyatakan tidak membuat surat daftar panitia yang terbentuk untuk diserahkan pada kemahasiswaan dikarenakan pada 30 Mei itu ia fokus acara gathering dan tanggal 31 Mei Reza akan ke Jakarta.(zul/cyt/rns/dnd)

(Visited 227 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here