Foto – Rektor terpilih periode 2018 – 2022 berfoto bersama dua calon lainya usai rapat pleno senat tertutup pada Rabu (23/5) di Gedung Widyaloka (PERSPEKTIF/Wuri)

Malang, PERSPEKTIF – Sempat mengalami kemunduran, akhirnya pemilihan rektor Universitas Brawijaya (UB) periode 2018 – 2022 usai dilaksanakan pada Rabu (23/5) di Gedung Widyaloka. Hasil perhitungan suara menetapkan Nuhfil Hanani sebagai rektor terpilih dengan perolehan suara sebanyak 153 dari total 257 suara. Setelah pemilihan selesai, Nuhfil akan segera berdiskusi dengan Mohammad Bisri (red- rektor sebelumnya) terkait rencana ke depannya.

Nuhfil mengungkapkan akan menyelesaikan beberapa permasalahan seperti UB Kediri, Sumber Daya Manusia (SDM) UB, riset serta status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Terkait UB Kediri Nuhfil akan segera menyelesaikan permasalahan di UB Kampus Tiga. Ia akan menemui Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) untuk membicarakan UB Kediri. “ Kemudian mau nya menteri kami rapatkan di senat dan segera diputuskan. Saya ingin cepat tidak ingin ngambang,” terangnya.

Kemudian mengenai rangking UB yang rendah Nuhfil mengatakan itu disebakan oleh rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki UB. “Akan kami genjot supaya yang belum doktor cepat doktor, kemudian yang sudah  doktor segera professor. Kalau perlu ada program khusus percepatan doktor dan professor,” jelas laki-laki berkacamata itu.

Selain di SDM, UB juga masih rendah dalam melakukan riset. Nuhfil mengungkapkan untuk masalah riset sebaiknya ada pembimbing dan klinik jurnal seperti di luar negeri. Lebih lanjut mengenai PTNBH ia akan segera rapatkan dengan senat. “Semuanya akan dirapatkan dengan senat. Senat memutuskan apapun akan saya jalankan,” terangnya.

Mohammad Bisri, selaku rektor UB sekarang berharap rektor baru dapat melanjutkan yang sudah dikerjakan semasa kepemimpinannya. “Harapan saya bisa lebih meningkatkan UB ke depan, reputasi UB bisa lebih baik. Kalau UB reputasinya turun kan sayang,” ungkap Bisri.

Selain itu, Bisri juga akan membuat memori akhir jabatan yang berisi catatan program-program yang belum terselesaikan. Nantinya memori tersebut akan diberikan pada rektor terpilih untuk dipelajari. Bisri menekankan  pada rektor terpilih untuk menangani permasalahan terkait laboratorium, SDM, reputasi UB dan reformasi birokrasi.

Harapan juga datang dari Muhammad Nur Fauzan, Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM). “Semoga lebih koopertif karena sejauh ini Brawijaya semakin besar secara nama, reputasi, dan kualitas. Semoga semakin banyak mahasiswa yang dilibatkan untuk kemajuan Brawijaya ini,” ungkapnya. (wnd/wur)

(Visited 172 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here