Ruang- Suasana Ruang konsultasi Badan Konseling Mahasiswa (BKM) di Lantai 1 Gedung Anjasmara FISIP UB (Koleksi Badan Konseling Mahasiswa)

Malang, PERSPEKTIF – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) membentuk Badan Konseling Mahasiswa (BKM). Layanan tersebut merupakan bentuk upaya FISIP untuk memfasilitasi mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan, terutama masalah non-akademis. Pemberian layanan konseling melibatkan lima dosen Jurusan Psikologi FISIP UB sebagai tim konselor. 

Ari Pratiwi, salah satu konselor BKM mengatakan bahwa jurusan Psikologi ingin ambil andil dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dialami mahasiswa FISIP. Baik permasalahan akademis maupun non-akademis. “Kami ingin Psikologi lebih berguna untuk fakultas ini. Kami merasa masalah mahasiswa itu banyak, misalnya tuntutan-tuntutan akademik. Kesempatan itu baru ada sekarang.,” ungkapnya. 

Siti Kholifah, Wakil Dekan I FISIP mengungkapkan jika BKM dibentuk pada bulan November 2017 lalu. “BKM dibentuk pada November 2017, surat keputusan dekan keluar per-November 2017 dan realisasinya baru bulan April 2018,” terang Kholifah.  

Menurut Ari pembentukkan BKM didasarkan atas permasalahan mahasiswa yang tidak dapat diselesaikan oleh dosen Pembimbing Akademik (PA). Hal ini dikarenakan tidak semua dosen PA memiliki kapabilitas menangani permasalahan psikologis mahasiswa. “Sebenarnya BKM lebih ke ranah non-akademis, tapi banyak ranah non-akademis yang memengaruhi masalah akademis. Misal masalah keluarga, kemudian gara-gara itu gak konsen lalu nilainya turun. Indeks prestasi mahasiswa itu dipengaruhi banyak hal salah satunya keluarga,” jelas Ari 

Terkait mekanisme pendaftaran konseling, Ari mengatakan setiap mahasiswa yang ingin berkonsultasi dapat dirujuk melalui dosen PA. Selain itu, mahasiswa juga dapat datang langsung ke ruang konsultasi BKM di Lantai 1 Gedung Anjasmara (red: Tribun FISIP). Sebelumnya telah mendaftar secara daring melalui website FISIP.  

Pembentukan BKM ditanggapi baik oleh mahasiswa. Seperti halnya Salmah, mahasiswa Jurusan Psikologi angkatan 2015.Menurutku sih, itu suatu langkah yang bagus ya. Karena kalian tahu sendiri ya, isu mental illness akhir-akhir ini lagi marak. Tahun lalu juga ada kasus anak FISIP yang bunuh diri. Jadi bagus kalau di fakultas sudah ada tempat untuk mahasiswa itu berkonsultasi,” jelasnya.  

Senada dengan Salmah, Hatib Abdul Kahfi mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2011 juga menanggapi positif. “Bagus itu, ini terobosan menurut saya. Artinya Psikologi berusaha untuk ambil peran melihat banyak permasalahan selain akademis yang dihadapi mahasiswa,” ungkap Hatib. 

Ari berharap adanya BKM dapat menyelesaikan dan memetakan permasalahan mahasiswa FISIP. “Ya kalo jangka pendeknya menyelesaikan masalah yang dialami mahasiswa. Secara jangka panjangnya memang kami berusaha untuk membuat edukasi psikologi misalnya kayak mental health seperti apa. Jadi tidak hanya mengobati, tapi juga melakukan tindakan preventif,” tutup Ari. (sci/mth/ptr) 

(Visited 118 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here