Menonton- Peserta menonton film dokumenter kerusuhan Mei 1998 (PERSPEKTIF, Mitha)

Malang, PERSPEKTIF Kementerian Kajian, Aksi dan Strategi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) mengadakan aksi refleksi dalam rangka memeringati dua puluh tahun reformasi di Panggung Apresiasi FISIP (15/5). Aksi yang bertujuan untuk mengingat kembali tragedi Mei 1998 ini sepi antusias mahasiswa.

Rangkaian kegiatan berupa pemutaran film sejarah reformasi, pembacaan puisi, doa bersama dan tabur bunga. Tidak begitu banyak mahasiswa yang ikut serta dalam malam refleksi tersebut.

Menanggapi hal ini, Ikhwanul Ma’arif Harahap selaku Presiden BEM FISIP UB menyebutkan bahwa BEM tidak bisa memaksakan masyarakat FISIP untuk turut serta. “Sebenarnya tidak bisa kami paksakan ya antusiasme mereka. Tapi setidaknya kami sudah mencoba untuk melakukan suatu tindakan. Tinggal bagaimana nanti masyarakat FISIP yang bisa menilai sendiri,” jelasnya.

Ikhwanul menambahkan bahwa tragedi Mei 1998 merupakan bagian sejarah dari mahasiswa. “Mungkin kita harus jauh lebih peduli lagi bahwa kita punya sejarah yang cukup pilu dan besar. Mahasiswa pernah menciptakan sejarah untuk bangsa ini,” tambah mahasiswa Ilmu Politik itu.

Terkait rendahnya antusiasme, Niswatul Faizah selaku panitia aksi memaklumi hal tersebut. “Ini kan  mendekati dengan UAS, banyak yang kelas pengganti. Awal rencananya pembawa acara dari mahasiswa FISIP tetapi diganti dengan anak BEM. Menurut saya dari panitianya masih kurang persiapan. Dalam persiapan udah lama tetapi karena panitia juga tidak hanya mengurusi ini saja. Jadi teman-teman agak terbagi gitu,” ujarnya.

Selanjutnya, Ikhwanul menjelaskan bahwa kemungkinan akan diadakan aksi lanjutan yang dilaksanakan gabungan dengan BEM dari berbagai fakultas di UB dan Aliansi Masyarakat Pro Demokrasi.(mth/dby/ptr)

(Visited 68 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here