Banner timeline pemilihan rektor di depan kantor Senat Universitas Brawijaya (PERSPEKTIF/Arliza)

Malang, PERSPEKTIF – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Brawijaya (UB) periode 2018 sampai 2022 mundur. Hal tersebut dikarenakan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) belum memberikan suara. Sebelumnya panitia Pilrek telah menjadwalkan pemilihan pada 18 April 2018.

“Senat meminta pada menteri (red- Menristekdikti) untuk menjadwalkan tanggal 18 April. Karena kesibukan menteri begitu tinggi dan proses validasi dokumen rekam jejak rektor belum tuntas. Jadi pemilihan rektor terpaksa mundur,” terang Ariffin, Ketua Senat UB.

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Nur Fauzan, Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) 2018. Menurutnya terdapat persyaratan yang belum dicantumkan saat proses seleksi. “Waktu di follow up ke rektorat alasannya karna salah satu persyaratan mengenai harta kekayaan belum dicantumkan saat seleksi,” terang Fauzan.

Fauzan juga menanggapi mundurnya pemilihan rektor oleh Menristekdikti yang harusnya sudah dilaksanakan 18 April kemarin. Ia mengungkapkan seharusnya pilrek berjalan sesuai timeline yang telah dibuat. “Jadwalnya kapan, ya seharunya sudah selesai pas itu juga,” ungkap mahasiswa Fakultas Ilmu Adminitrasi (FIA).

Lebih lanjut Ariffin mengatakan bahwa belum ada kepastian dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terkait pemilihan rektor baru UB. “Tapi saya sudah minta jangan sampai melewati batas masa jabatan rektor yang sekarang. Masa jabatan rektor saat ini akan berakhir 10 Juni nanti,” tambah dosen Fakultas Pertanian (FP).

Ariffin menambahkan bahwa senat sedang mengupayakan untuk bertemu dengan pihak Kemenristekdikti guna membahas pilrek UB. Hingga berita ini dikeluarkan belum ada kepastian Menristekdikti akan memberikan suaranya. (liz/rns/wur)

(Visited 95 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here