Buka - Unti Ludigdo didampingi oleh Akhmad Muwafik Saleh serta Presiden BEM FISIP melakukan pemotongan pita tanda dibukanya Olimpiade FISIP 2018. (PERSPEKTIF/Putri)

Malang, PERSPEKTIF – Pembukaan Olimpiade FISIP (OF) 2018 diselenggarakan Senin (30/4), di lantai dua Gedung C. Acara tersebut merupakan agenda tahunan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya yang diikuti oleh enam bidang keilmuan di FISIP.

Olimpiade FISIP resmi dibuka dengan pemotongan pita oleh Unti Ludigdo, Dekan FISIP UB. Dalam sambutannya Unti berpesan pada seluruh kontingen yang hadir untuk tidak terobsesi dengan kemenangan. “Berprestasi itu harus, tapi jangan segala-galanya untuk menang. Artinya lakukan sesuatu dengan baik, berkompetisi dengan fair,” jelasnya.

Selain Unti, hadir Akhmad Muwafik Saleh, Wakil Dekan III FISIP UB. Ia berharap ada budaya kompetisi yang dibangun di FISIP nantinya bisa mengantarkan mahasiswa lebih berprestasi, baik tingkat nasional maupun internasional. “Kami ingin menyumbangkan berbagai prestasi untuk FISIP,” ungkap Muwafik.

Muwafik menambahkan bahwa OF merupakan seleksi awal bagi mahasiswa untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Senada dengan Unti, Muwafik berharap olimpiade FISIP bisa berjalan dengan lancar serta sportif.

Ni’mah Sorayleael, Ketua Pelaksana OF 2018 mengungkapkan tema yang diusung OF yaitu mitologi Yunani yang bertajuk Viktoriagolympica. “Jadi ada victoria, agon dan olympic. Victoria itu dewi personifikasi dari kememenangan, kalau agon itu dewa personifikasi pertandingan dan olympic dapat diartikan olimpiade,” terang mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2017.

Lebih lanjut, Ni’mah mengatakan pemilihan tema tersebut berdasarkan maskot OF tahun ini yaitu dewa agon yang berarti mempunyai jiwa sportif dalam pertandingan. “Harapannya OF tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin. Tahun  ini  penjaringannya juga lebih banyak lagi,” tambahnya.

Ketika ditemui awak Perspektif, Zahra Elvansari, Menteri Minat dan Bakat BEM FISIP mengungkapkan OF 2018 ada penambahan cabang perlombaan di antaranya Program Kreatif Mahasiswa (PKM), voli dan pencak silat. “Ada penambahan lomba yang merupakan salah satu terobosan. Dulunya tidak ada voli, silat dan PKM. Tapi silat sedikit yang mendaftar jadi kami tiadakan. Konsepan seperti tahun sebelumnya, tapi untuk perlombaan banyak tahun ini,” ungkapnya.

Zahra menambahkan adanya cabang perlombaan PKM merupakan langkah awal untuk mencapai Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2019. Dari OF ini akan tahu mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi di PKM, selanjutnya akan diajukan dalam PIMNAS. (ttm/ptr/wur)

(Visited 43 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here