ANTRE - mahasiswa FISIP UB tertib mengantri memasuki TPS untuk menggunakan hak suaranya dalam Pemira FISIP UB 2017, di depan gedung B FISIP. Rabu, (6/12). (PERSPEKTIF)

Malang, PERSPEKTIF – Pembukaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) 2017 mengalami keterlambatan.

Pada awalnya TPS akan dibuka pada pukul 08.00 WIB, tetapi mengalami keterlambatan hingga 2 jam 45 menit, sehingga TPS baru dibuka pada pukul 10.45 WIB. Keterlambatan pembukaan TPS dikarenakan oleh beberapa faktor.

Menurut, Yusza Alfardhin, Ketua Panitia Pengawas Pemira FISIP UB 2017, menjelaskan keterlambatan ini dikarenakan menunggu  Wakil Dekan (WD) III FISIP UB, untuk memberikan sambutan pada saat pembukaan TPS. Bukan hanya itu, keterlambatan juga disebabkan oleh permasalahan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Pertama, kita menunggu Pak Muwafik. Kedua, ada permasalahan di berita acaranya, soalnya berita acaranya tadi ada sedikit protes dari calon. Dan untuk rangkaian acara pasti dampaknya mundur kebelakang. Namun, tadi telah disepakati bahwa nanti penutupan TPS sekitar pukul 18.45, ” jelasnya.

Eldo Aditya, koordinator acara Pemira FISIP UB 2017 , menambahkan bahwa keterlambatan kedatangan Ahmad Muwafik Saleh dikarenakan beliau harus mengajar terlebih dahulu. Selain itu, keterlambatan pembukaan TPS juga dikarenakan adanya misskomunikasi yang terjadi di internal panitia dan penyususnan BAP yang tidak komprehensif.

“Sebenarnya kendala yang pertama itu pada saat diawal kita ada misskomunikasi di beberapa divisi terkait beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum pembukaan TPS. Kesalahan dalam pembuatan BAP yang tidak komprehensif, maksudnya tidak memaparkan apa saja yang memang diperlukan, hanya memaparkan terkait dengan jumlah menjadi titik misskomunikasi antara divisi kesekretariatan dengan ketua pelaksana begitu juga dengan divisi lainnya,” ujarnya.

Salah satu calon DPM FISIB UB 2018, Hapiz Daulay, mengaku sangat kecewa terhadap terlambatnya pembukaan TPS. Ia mengungkapkan dari sosialisasi yang dilaksanakan oleh Panwas Pemira FISIP UB, bahwa pada pukul 08.00 WIB registrasi untuk calon pemilih sudah dimulai.

“Tapi sampai sekarang sudah sampai jam 10.40 WIB belum dimulai sama sekali karena masalah BAP. Saya sudah ketiga tahun ini ikut, baru kali ini separah ini dan saya sudah kecewa beratlah (terhadap panitia pelaksana),” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Yuniar Riana Dewi, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2017, menilai dengan terjadinya hal tersebut, akan menurunkan antusiasme dari mahasiswa FISIP yang memilih.

“Mungkin antusiasmenya agak berkurang gara-gara penundaan ya, tadi banyak yang antri juga sudah rapi, mungkin gara-gara penundaan tadi ada yang sedikit loyo gitu,” Tuturnya

Dalam Pemira FISIP UB 2017, panitia mencetak 3200 surat suara. Dari 3200 surat suara, yang layak hanya 1586 surat suara untuk BEM dan 1586 surat suara untuk DPM. Jadi, ada 28 surat suara yang tidak layak dalam pemungutan suara di TPS.

Eldo, menerangkan bahwa hal tersebut terjadi disebabkan pada saat pihak panitia melakukan pengitungan surat suara memang terjadi kecacatan.

“Lalu, ada penambahan 250 (surat suara) itu nanti bersifat kondisional. Karena, kalau nanti sekitar jam 2 (siang) itu surat suara sudah menyentuh angka 600, itu ditakutkan kurang. Jadi, nanti langsung ada penambahan 250 surat suara baik DPM maupun BEM sesuai dengan tatib (tata tertib) yang ada,” pungkasnya. (alf/vda/lta)

(Visited 176 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here