Malang, PERSPEKTIF – Pemungutan suara Pemilihan Mahasiswa Raya ( Pemira) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) digelar pada rabu (6/12) pagi. Namun Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di gazebo depan Gedung B FISIP UB dinilai kurang bisa diakses oleh mahasiswa penyandang disabilitas.
Andi Zulfajrin Syam, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional 2017, penyandang tuna netra, mengeluhkan lokasi TPS yang kurang ramah bagi disabilitas. Tapi di sisi lain ia mengapresiasi pelayanan petugas TPS.
“Pelayanannya bagus kok, difable nggak disuruh ngantri. Pas pemungutan suara juga ada yang dampingin, cuma lokasi TPS yang kurang terakses bagi difable, khususnya pengguna, ” ujarnya.
Ia juga berharap untuk Pemira mendatang lebih bisa mengakomodir seluruh civitas akademika FISIP. Mulai dari lokasi yang mudah dijangkau kaum difable hingga tersedianya kertas Suara dengan huruf braile agar penyandang tuna netra seperti dirinya lebih mandiri dalam memilih.
Menanggapi masalah ini, Ketua Pelaksana Pemira FISIP 2017 , Luna Prabowo mengaku bahwa dirinya sudah mengusahakan lokasi yang strategis bagi mahasiswa difable, namun usaha tersebut terhalang peraturan Fakultas yang melarang adanya pemblokiran di halaman gedung B FISIP, di mana jalur kursi roda berada.
Ia juga menambahkan sikap kaum difable yang tidak ingin dibedakan dengan mahasiswa lainnya, membuat panitia hanya mampu memberikan pelayanan yang memprioritaskan mereka. (abm/cyt/isn/lta)

(Visited 68 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here