Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Brawijaya (UB) tak henti-hentinya didera permasalahan, mulai dari permasalahan dana, sampai pada syarat laporan pertanggungjawaban. Defisit dana kemahasiswaan sebesar 5,5 miliyar bukanlah nominal yang sedikit, walaupun rektorat telah mencari jalan keluarnya dengan mencari dana pengganti, tapi hal itu membuktikan bahwa koordinasi di internal rektorat kurang berjalan.

Imbasnya adalah beberapa kegiatan UKM menjadi terganggu karena kesulitan dana. Tak berhenti sampai di situ, permasalahan lama seperti penyusunan buku pedoman yang tak kunjung menemui titik kejelasan. Serta permasalahan lainnya seperti aturan baru mengenai laporan pertanggungjawaban.

Perlu aksi nyata untuk menuntaskan permasalahan yang membelit UKM, karena penyusunan buku pedoman yang digodok setahun yang lalu, sampai saat ini belum selesai. Eksekutif Mahasiswa (EM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), tak perlu ragu-ragu dan sesegera mungkin untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. Pun, dengan calon Presiden EM dan DPM tahun depan, perlu menyiapkan langkah konkrit untuk mengatasi masalah yang ada agar tak berlarut-larut.

(Visited 28 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here