Malang, PERSPEKTIF – Memasuki masa kampanye Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) 2017 Universitas Brawijaya (UB). Pihak panitia Pemira UB 2017 melakukan tindakan terhadap kemunculan kampanye hitam.

Reza Pahlevi, Koordinator acara, menyampaikan bahwa, oknum yang melakukan kampanye hitam sendiri sudah ditindak tegas oleh Panitia Pengawas (Panwas). Untuk antisipasi dan mencegah munculnya oknum semacam itu lagi, Panwas telah memiliki aturan sendiri yang dianggap cukup untuk mengatasinya.

“Kampanye haruslah menggunakan alat yang sesuai seperti yang telah dilaporkan, serta harus mengetahui tujuan dan menyiapkan strategi sehingga seorang calon memiliki ciri khasnya masing-masing, ” ujarnya.

Menanggapi adanya kampanye hitam dalam pagelaran Pemira UB 2017, salah satu calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Tubagus Ody, menyayangkan oknum yang menggunakan cara-cara tidak bertanggung jawab untuk mendukung calon pilihannya.

“Ini bukan hanya menyangkut sekumpulan orang saja tetapi kepentingan seluruh mahasiswa UB,” ujar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tersebut.

Salah seorang calon DPM UB lainnya, Rifky Firmansyah, menilai akun kampanye merupakan upaya yang dilakukan untuk menarik perhatian calon pemilih.

Namun, untuk akun kampanye gelap sendiri yang menebar ujaran kebencian. Rifky mengatakan hal tersebut merupakan hak masing-masing individu.

“Memang pasti terjadi, terutama apabila ada permasalahan. Karena setiap orang mempunyai kehendak, mempunyai hak untuk mengeluarkan suaranya. Namun apabila mereka bijak, mungkin akan menjaga omongannya, ” pungkasnya. (naj/rns/lta)

(Visited 99 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here