Universitas Brawijaya (PERSPEKTIF,Jabbaar)

Malang, PERSPEKTIFPemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) Universitas Brawijaya (UB) merupakan ajang tahunan. Rangkaian PEMIRA 2017 sudah di mulai sejak akhir Oktober 2017, tahun ini direncanakan PEMIRA tingkat universitas dan Pemilihan Wakil Mahasiswa (PEMILWA) fakultas dilaksanakan serentak.

Hal  tersebut berdasarkan forum dekan se-UB, untuk melangsungkan PEMIRA tingkat universitas dan fakultas secara bersama. Saat ditemui Koordinator Acara PEMIRA UB 2017 Rezza Fahlevy membenarkan rencana pelaksanaan PEMIRA serentak.

“Ya jadi, itu sudah keluar Surat Keputusan dari hasil lingkar forum dekan se-UB, rektorat, dan diikuti juga oleh DPM se-UB. Nah dengan itu PEMIRA tahun ini diadakan seretak bagi fakultas yang bersedia atau yang sudah siap,” jelas Rezza.

Rezza menambahkan bahwa yang menjadi latar belakang rencana PEMIRA serentak yaitu untuk meningkatkan target partisipasi pemilih serta efisiensi anggaran pelaksanaan.

“Bahwasanya lebih baik dilakukan serentak, yang pertama itu untuk meningkatkan partisipasi dan antusias pemilih. Kedua, kemarin dari rektorat menginginkan adanya, bisa dibilang efisiensi anggaran,” tambah Rezza.

Menurut Rezza meskipun rencana PEMIRA dilaksanakan secara serentak, namun ada beberapa fakultas yang tidak dapat mengikuti. Dikarenkan berbagai hal, salah satunya kurangnya persiapan.

“Ada beberapa fakultas yang tetap mengikuti kebijakan tahun sebelumnya , jadi mereka tetap melakukan pemilihan sendiri. Ada pula beberapa fakultas yang memang ingin pemilihan tahun ini diserentakkan dengan pemilihan mahasiswa raya tingkat universitas,” ungkap Rezza.

Rezza menambahkan, hingga Kamis (2/11) terdapat tujuh fakultas yang menyatakan siap melaksankan PEMIRA serentak. Lima diantaranya telah siap menggunakan sistem Electronics Vote (E-Vote) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan UB Kediri menggunakan sistem konvensional dengan surat suara.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB salah satu fakultas yang tidak turut serta dalam PEMIRA serentak. Saat dikonfirmasi awak Perspektif Heri Al Ghifari, koordinator komisi internal Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP mengatakan bahwa PEMIRA itu ada pendekatan sistematik dan kultural, itu belum dapat diterapkan di FISIP.

“Ada pendekatan sistemik dan juga kultural, itu belum bisa diterapkan di FISIP. Misalkan harus dilaksanakan tanggal 29 November, sedangkan panitia pelaksana belum dibentuk. Dari kulturalnya mungkin dinamika FISIP lebih kuat dibandingkan fakultas lain, yang jadi pertimbangannya seperti itu,” terang Heri

Ia juga mengajak seluruh elemen mahasiswa FISIP untuk mempersiapkan PEMIRA lebih matang bersama-sama.

“Karena ini adalah momen, ya bisa dibilang bulan suci mari dimaksimalkan. Karena sama-sama untuk membangun FISIP, buat semua kalangan tanpa terkecuali,” tutup Heri. (miq/awj/wur)

(Visited 103 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here