PARA JUARA - Pengumuman juara dalam closing ceremony olimpiade brawijaya, juara 1 dimenangkan oleh FISIP, FIA pada posisi 2 dan juara 3 Fakultas Teknik (13/10) di Gor Pertamina.

Malang, PERSPEKTIF – Penutupan Olimpiade Brawijaya (OB) yang dilaksanakan di Gor Pertamina (13/10) mengumumkan bahwa jaura umum tahun ini adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). FISIP berhasil meraih juara umum OB dengan perolehan 15 medali emas, 9 medali perak, dan 5 medali perunggu, disusul dengan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), 13 emas, 10 perak, 9 perunggu dan Fakultas Teknik (FT) 10 emas, 14 perak, 13 perunggu.

“Cabang olahraga paling banyak itu bulu tangkis dapat emas tiga, fotografi dua, basket satu, atletik satu, padus satu, komik satu, pop satu, dua taekwondo, dua catur, dan satu panahan,” ujar Kenila  Azella Yiyalvian  Dirjen Pemuda, Seni, Dan Olahraga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP.

Ia menjelaskan sebelum berlangsungnya OB, pihak BEM FISIP yaitu kementrian minat dan bakat telah mempersiapkan jauh-jauh hari, dengan cara menyiapkan formulir yang bisa diisi oleh mahasiswa FISIP sesuai dengan kemampuan dan minat.

“Ada juga rekomendasi dari jurusan, mungkin teman-teman yang tidak mengisi data kita tanyakan per jurusan, kira-kira ada rekomendasi lomba untuk OB atau tidak, juga himpunan jurusan yang memberikan rekomendasinya,” tambah Kenilla.

Tio Fajar Ramadhan selaku ketua pelaksana menjelaskan perbedaan OB tahun ini dengan tahun lalu adalah penambahan cabang olahraga, memanfaatkan teknologi dengan maksimal, salah satunya adanya OB live dan OB news akun. Selain penambahan juga terdapat penghapusan cabang olahraga.

“Untuk penghapusan cabang lomba itu dari pak warek sendiri memberikan keputusan tanpa memberikan alasan. Itu sudah disampaikan ke teman-teman kontingen dan teman-teman kontingen sudah paham,” tambahnya.

Hal tersebut merupakan salah satu kendala dari FISIP sendiri karena telah mempersiapkan ketujuh cabang olahraga tersebut.

“Kita sudah mempersiapkan tujuh cabang lomba yang akhirnya dihapus. Kita sudah sempat ada  seleksi, pelatihan juga tapi tiba-tiba dihapus. Sejauh ini kendalanya adalah miskom dari panitia OB nya mendadak, dan kontingennya kasihan selalu mendapat info mendadak banget,” terang Kenila.

Zainur Romli salah satu kontingen silat merasa senang karena bisa berkontribusi melalui OB, ia juga membagi tips persiapan menjelang berlangsungnya OB.

“Sebelum OB sudah rutin latihan mulai dari yang ringan-ringan sampai latihan yang berat, dan harus menjaga berat badan karena kalau berat badan berlebih langsung diskualifikasi,” ujarnya. (gif/ttm/zil)

(Visited 97 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here