Ilustrasi Elisabeth K.S

Oleh: Kendita Agustin Maudy Apsari*

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) sudah menjadi agenda wajib setiap masuknya mahasiswa baru di sebuah kampus. Nama OSPEK sendiri sekarang sudah diganti dengan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PK2MU). Kampus Universitas Brawijaya (UB) juga mengagendakan PK2MU ini yang dilaksanakan pada 19-21 Agustus 2017, hari Sabtu hingga Senin.

Adanya PK2MU tentu saja ada beberapa hal yang harus ditaati dan dikerjakan oleh mahasiswa baru. Seperti bagaimana dan apa saja atribut yang digunakan oleh mahasiswa baru kemudian tugas-tugas online maupun offline yang harus dikerjakan mulai dari membuat nametag, menulis mars, hingga membuat esai. Tuntutan untuk memenuhi semua itu tentunya membuat mahasiswa baru harus belanja untuk mendapatkan atribut yang sudah ditentukan. Sangat menguntungkan untuk mahasiswa UB sendiri. Mereka yang sudah memiliki pengalaman PK2MU sebelumnya, menjual atribut-atribut di sepanjang trotoar depan UB. Tak hanya mahasiswa bahkan yang bukan mahasiswa UB pun menyiapkan dagangan mereka di trotoar. Mungkin saja mereka mendapatkan informasi atribut-atribut ini dari media sosial atau mendapatkan informasi dari orang-orang sekitarnya yang kebetulan berkuliah di UB. Adanya mereka tentunya saling menguntungkan satu sama lain, baik yang bejualan hingga mahasiswa baru yang sedang berburu atribut. Namun, entah sejak kapan, mereka tidak hanya menjual atribut yang digunakan untuk PK2MU tetapi juga penugasan.

Penugasan ternyata masih dijual secara bebas. Beberapa Official Account khusus untuk menjual alat-alat PK2MU ini mempromosikan bahkan sejak atribut maupun penugasan belum diumumkan secara resmi oleh pihak panitia PK2MU. Mulai dari hanya atribut hingga paket atribut dengan penugasan. Menguntungkan, bagi mereka yang malas mengerjakan tugasnya. Barangkali di waktu-waktu selanjutnya, akan menjadi ajang kejujuran mahasiswa baru. Untuk yang mengerjakan sendiri dan yang membeli tugas. Seperti ujian saja.

Tugas membuat esai yang pada tahun ini dikerjakan secara online dan menulis hymne memiliki template sendiri dan barcode bagi setiap mahasiswa yang bersifat rahasia. Kenyataannya di sepanjang trotoar Gerbang UB ada yang menjual lembar template untuk nametag bahkan untuk menulis esai lengkap dengan esai yang sudah mereka tulis. Tidak tahu siapa yang menulis, entah yang menjual atau mereka meminta bantuan yang lain. Walaupun tidak ada yang tahu apakah tugas akan diperiksa oleh panitia tapi setidaknya mengerjakan sendiri lebih baik karena itu sudah tanggung jawab mahasiswa baru.

Penjual penugasan pun seperti tidak melakukan kesalahan. Mereka membuat mahasiswa baru bergantung pada paket-paket alat OSPEK. Untuk atribut tentu tidak masalah tetapi untuk penugasan yang jadi masalah. Tunggu saja yang promo menjual penugasan dan membelinya maka bereslah tugas PK2MU kalian.

Tapi di samping itu semua ada yang baru dari tugas PK2MU tahun ini. Mereka diberi tugas untuk membuat video dengan judul “ Langkahku Untuk Brawijaya dan Indonesia” dan diunggah ke media sosial Instagram dan men-tag akun media sosial MABA UB. Setidaknya kalau yang ini tidak bisa dijual dan dibeli.

Walaupun jual-menjual penugasan ini masih ada di tahun ini tapi tentunya ada hal baru yang patut diapresiasi. Seperti perubahan tugas yang tidak dapat dibeli, contohnya membuat video dan almamater yang sudah dibagikan kepada mahasiswa baru untuk dipakai pada saat PK2MU besok.

Penulis Merupakan Mahasiswi Ilmu Komunikasi 2016, Anggota Perspektif divisi redaksi

(Visited 43 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here