Ilustrasi Sastra Lahir Kembali (PERSPEKTIF)
Ilustrasi Sastra Lahir Kembali (PERSPEKTIF)

Oleh: Anatasia Anjani*

Kali ini bukan iman saja yang diuji

Akal juga diuji,

Simpang siur nyatanya, yang berbicara di barisan paling depan

Mengelu-elukan bahwa apa yang diyakini yang terbaik

Memalingkan rasa kesatuan dan persatuan

Aku paling benar pokoknya, katanya dalam hati

Pikiranku semakin diuji, kali ini aku harus jeli

Tapi kejelian ini membuatku ingin tertawa

Yang mengolok-olok yang  jadi duta

Yang mencintai dilupakan dan tidak diapresiasi

Aku rindu, rindu saat dimana

Keyakinan didalam diri ini bukan menjadi alat lagi,

Aku rindu ketika aku dulu yang masih cengok ini tidak disajikan komen sok membela negeri

Hanya untaian kata-kata palsu tanpa tindakan nyata

Rupanya aku sudah mulai tua

Semakin lama pancaku semakin diragukan

Aku kira pluralis, ternyata masih etnosentris

Aku ingin lahir kembali

Biarlah orang-orang mulai mencintai lima silaku dari awal kembali

Tanpa meragukanku, cukup mengamalkanku.

 

*Penulis merupakan mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Saat ini sedang aktif sebagai anggota divisi sastra LPM Perspektif.

(Visited 39 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here