Kantin merupakan salah satu aset prospektif Universitas Brawijaya (UB) karena merupakan salah satu Badan Usaha dari UB. Selain dari SPP/UKT (Sumbangan Pembinaan Pendidikan/Uang Kuliah Tunggal) mahasiswa, kantin juga menjadi pemasukan untuk kampus Brawijaya.

Menurut penuturan Wakil Rektor IV, sebelum dilakukan sistem sentralisasi, pemasukan dari kantin tidak terdeteksi, sehingga menjadi temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemasukan dari kantin yang seharusnya masuk ke rekening rektor, beberapa tidak melakukannya.

Tentu hal tersebut tidak hanya merugikan UB yang menjadikan kantin sebagai salah satu Badan Usahanya. Akan tetapi juga mahasiswa, karena merekalah yang menjadi konsumen utama dari kantin untuk meraup keuntungan. Apalagi jika keuntungan dari kantin dapat dikelola dengan baik maka akan dapat menekan biaya SPP/UKT mahasiswa.

Maka selama ini kemanakah aliran dana dari pemasukan kantin di UB ini bermuara? Perlu adanya transparansi mengenai tata kelola kantin selama ini di UB. Sebab mahasiswa juga pelu mengetahui perihal tersebut, karena konsumen terbesar dari kantin di UB adalah mahasiswa itu sendiri.

 

(Visited 84 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here