Para pekerja bangunan terlihat menaiki garasi di belakang gedung Prof Darsono FISIP UB, pada Senin (26/9).
Para pekerja bangunan terlihat menaiki garasi di belakang gedung Prof Darsono FISIP UB, pada Senin (26/9).
Para pekerja bangunan terlihat menaiki garasi di belakang gedung Prof Darsono FISIP UB, pada Senin (26/9). (PERSPEKTIF/Ad)

Malang, PERSPEKTIF – Pembangunan Gedung Lembaga Semi Otonom (LSO) tambahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawjaya (UB) akhirnya dimulai pengerjaannya pada Senin (26/9) ini. Sekret ini dibangun di lantai dua di atas garasi mobil yang berada di belakang gedung Prof Darsono. Pembangunan ini dilakukan karena masih ada lima LSO di FISIP yang belum mendapatkan sekretariatnya sendiri yakni, Kompas, Blidz, Sosiomusica Choir, Wolf, dan LSO Olahraga.

Sebelumnya, pengerjaan pembangunan sekret LSO sempat tertunda. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan dari beberapa LSO yang belum medapatkan sekret. Yolanda Sinaga, ketua umum LSO paduan suara, Sosiomusica Choir, mengatakan dirinya sudah beberapa kali mencoba bertanya kepada Wakil Dekan (Wadek) III, Akhmad Muwafik Saleh, terkait pembangunan gedung LSO.

“Katanya pembangunan gedung bakalan dimulai setelah garasi mobil itu jadi, dan sekretnya akan dibangun di atasnya. Tapi, setelah itu jadi, emang gak ada kelanjutannya lagi,” tuturnya pada PERSPEKTIF beberapa hari sebelum pembangunan mulai dilakukan.

Senada dengan Yolanda, Riri Endiani, selaku Kementrian Dalam Negeri (Dagri) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP, saat ditemui pada Rabu (21/9) mengatakan pihaknya belum mendapatkan kabar pasti mengenai pembangunan Gedung LSO.

“Sebenarnya pernah ada miss waktu saya dan teman-teman LSO pernah menanyakan soal pembangunan gedung. Yang teman-teman LSO tangkap, tempat garasi mobil di belakang itu sebenarnya adalah sekret, tiba tiba sudah jadi garasi mobil,” tutur mahasiswi Ilmu Komunikasi 2013 itu.

Menanggapi hal tersebut, Shofi Syaiful Haqqi selaku Tim Teknis Pembantu Bagian Perencanaan FISIP UB, ditemui di ruangannya (23/9), menjelaskan bahwa alasan pembangunan gedung LSO tidak dilaksanakan berbarengan dengan pembangunan garasi mobil adalah karena dana yang tidak mencukupi.

“Untuk pembangunan garasi itu kan memakai uang IKOMA (Ikatan Orang Tua Mahasiswa), yang hanya tersedia sekitar seratus juta, dan itu yang kita manfaatkan, sehingga terbangun itu untuk sementara waktu dan juga karena dana pagu untuk tahun 2015 sudah habis untuk pembangunan gedung baru, yang ada hanya dana IKOMA itu,” pungkas Syaiful.

Sehingga untuk pembangunan tambahan Sekret ini FISIP menggunakan sumber lain. “Dananya sendiri kita dapat dari yaitu PNBP ( Penerimaan Nasional Bukan Pajak) dengan estimasi kasar 190 juta rupiah,” ungkapnya.

“Hari senin itu dimulai pengerjaan pembangunan gedung LSO, nah masalahnya juga ada pada pohon yang ada di depan tempat parkir, karena tidak boleh ditebang,” ujarnya kala itu. Namun, ketika PERSPEKTIF kembali mengonfirmasi hari ini (26/9), pohon tersebut akhirnya ditebang.

Berdasarkan laman FISIP, pemenang tender pengerjaan pembangunan Gedung LSO FISIP UB jatuh kepada CV.MADEP, mengalahkan dua kompetitor lain.

“Pemilihannya berdasarkan evaluasi harga dan teknis, evaluasi harga itu sebelum mengadakan proses lelang, dilakukan perkiraan harga terhadap pembangunan gedung tersebut, perkiraan harganya berdasarkan survey, seperti harga satu bata, harga pondasi untuk pembangunan, dan lainnya, itu lantas ditawarkan, ketika sketsa pembangunan gedung sudah  digambarkan, dan dengan perkiraan harga yang  dipunya mereka berani berapa,” jelas Syaiful.

Syaiful menambahkan untuk evaluasi teknis, lebih kepada pekerjanya, kalau seandainya yang disyaratkan untuk pembangunan gedung lantai dua adalah minimal punya sertifikasi Teknik Pembangunan, seperti Sarjana Teknik, hal itu akan berpengaruh dengan kualitas pembangunan dan ketepatan pembangunan. (lod/shv/lta)

(Visited 113 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here