Judul Buku          : Jerussalem: The Biography

Penulis                 : Simon Sebag Montefiore

Genre/Jenis       : Sejarah/Biografi

Penerjemah       : Yanto Musthofa

Penyelaras          : Zulkifli AH

Cetakan               : II, Maret 2012

Ukuran                 : 15×23 cm

Tebal                     : 912 Halaman

ISBN                      : 978-602-9193-02-2

Oleh                      : Dinda M. Noor

Jerussalem: The Biography bukanlah buku  biasa yang hanya menampilkan gambaran peristiwa seperti kebanyakan buku bergenre sejarah lainnya. Buku yang pertama kali diterbitkan di Inggris Raya pada tahun 2011 ini menyajikan secara gamblang bagaimana Jerussalem melewati tahun-tahun perkembangannya. Meski begitu, alur sejarah di dalamnya tidak melulu berangkat dari jejak tahun. Meski turut disertakan, pembaca  akan lebih mengingat tiap-tiap perkembangannya melalui periode kekuasaan para tokoh yang dihadirkan.

Sejarah Yerusalem mengalir dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting dalam perjalanan hidup wilayah tersebut. Hingga pada akhirnya, bisa dikatakan bahwa buku ini dibopong oleh segala macam penjelasan tokoh-tokoh untuk membangun rentetan peristiwa sejarah.

Dasar ditulisnya buku ini adalah anggapan yang dipercayai oleh penulis bahwa sejarah Yerusalem adalah sejarah dunia, tapi ia juga kronika dari sebuah kota provinsi yang sering miskin di tengah perbukitan Yudea. Yerusalem dulu adalah pernah dipandang sebagai pusat dunia dan kini pandangannya itu bahkan lebih tepat dari yang pernah terjadi sebelumnya. Yerusalem adalah kota suci, tapi selalu menjadi sarang takhayul dan kefanatikan. Yerusalem adalah rumah satu tuhan, ibu kota dua bangsa, kuil tiga agama, dan dia satu-satunya kota yang eksis di langit dan di bumi. Kompleksnya “temuan” Montefiore pada diri Yerusalem membuat buku ini turut menjadi kompleks pula.

Isi buku dibagi dalam sembilan bagian kompleks yang menjelaskan secara terperinci bagaimana “Yerusalem menjadi Yerusalem.” Bagian- bagian tersebut merupakan rentetan dari berbagai masa yaitu mulai dari Yudaisme, Paganisme, Kristen, Islam, Perang Salib, Mamluk, Ottoman, Imperium hingga yang terakhir Zionisme. Proses tersebut juga membawa Montefiore untuk tidak sekedar menjelaskan diri Yerusalem tapi juga mengenai orang-orang sepanjang sejarah seperti Daud, Yesus, Santa Helena, Muhammad SAW, Saladin, Richard the Lion Heart, Baldwin, The Great Sulaiman, Benjamin Disraeli, Theodore Herzl hingga Chaim Weizman. Buku ini menjelaskan bagaimana orang-orang tersebut turut memberikan corak pada Yerusalem.

Terkait dengan fisik buku, jumlah halaman yang mencapai angka sembilan ratusan cukup memberikan kesan bahwa buku ini tergolong berat untuk dibaca oleh beberapa kalangan. Sehingga, diperlukan tingkat fokus yang tinggi dalam menyelesaikan buku yang menyabet  Best Seller International itu. Detail peristiwa yang digambarkan dalam buku ini cukup lengkap dan objektif, terlepas dari adanya hubungan kedekatan keluarga yang dimiliki penulis dengan orang Yahudi di Yerusalem.

Montefiore tentu sudah mahir membawa pembacanya untuk lebih mendalami Yerusalem. Terlihat  dari berbagai “bukti” yang ia cantumkan berupa peta, pohon keluarga, beserta ilustrasi kuno dari kehidupan Yerusalem di masa lampau. Tulisan Montefiore dan semua konten tersebut tentu menunjukkan bahwa Jerussalem: The Biography memiliki keseriusan yang tinggi untuk menghadirkan masa lalu Yerusalem ke tengah-tengah kita, manusia modern saat ini. Sehingga, sangat direkomendasikan untuk membaca buku ini sebagai jalan kita untuk mengenal Yerusalem sebagai dirinya sendiri. Jadi, bagi anda yang penasaran dengan sejarah Yerusalem, buku ini patut menjadi salah satu yang tidak boleh dilewatkan. Selamat membaca.

(Visited 459 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here