555da5d90423bda8608b4567

Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Penerbit: Lentera Dipantara

Halaman: 535

ISBN: 979-97312-3-2

Oleh : Shavira Azzahra

Bumi Manusia merupakan judul sebuah novel roman karya Pramoedya Ananta Toer. Merupakan buku pertama dari tetralogi buru yang sebelum ditulis oleh Pram, diceritakannya terlebih dulu pada teman-temannya saat mendekam sebagai tahanan di Pulau Buru. Buku ini berlatar di Indonesia pada akhir abad 19, masa awal munculnya modernisasi, dan pergerakan nasional di Indonesia saat itu. Tidak hanya kisah cinta, buku ini juga bercerita mengenai bagaimana perlawanan yang dilakukan tokoh terhadap penjajahan dan kekuasaan di masa itu.

Adalah, Minke tokoh utama dalam cerita ini, seorang pribumi keturunan priyayi yang mengalami kegelisahan terhadap jati dirinya sebagai seorang Jawa,ditambah ia adalah seorang pelajar HBS, dimana sebagian besar teman dan gurunya adalah bangsa Eropa. Minke digambarkan oleh Pram sebagai pemuda cerdas, terpelajar, yang mulai mengarah kepada Eropa sebagai kiblat pengetahuannya. Pada suatu waktu, salah seorang temannya, Robert Surhoof, mengajaknya pergi untuk mengunjungi temannya, Robert Mellema, di Wonokromo. Kunjungan mereka kerumah Robert Mellema, yang ternyata adalah seorang anak dari pemilik perusahaan Boerderij Buitenzorg, perusahaan ternak dan perkebunan besar di daerah itu, menjadi awal pertemuan Minke dengan seorang Nyai, sebutan untuk selir atau istri tidak sah kompeni saat itu. Adalah Nyai Ontosoroh, seorang wanita hebat yang menjalankan perusahaannya seorang diri, setelah ditinggal suaminya, Herman Mellema.Sifat Nyai Ontosoroh yang cakap serta berwawasan luas, dan tidak seperti wanita pribumi kebanyakan, membuat Minke semakin kagum dan selalu memberikannya harapan sebagai seorang pribumi yang selalu dianggap rendah dihadapan Eropa. Selain Robert, Nyai Ontosorohjuga memiliki seorang anak gadis bernama Annelies Mellema yang digambarkan dalam buku ini memiliki rupa yang mengalahkan kecantikan Ratu Belanda. Pertemuan diantara Minke dan Annelies menumbuhkan cinta diantara keduanya.

Kisah cinta antara Minke dan Annelies menjadi awal munculnya berbagai konflik yang ada dalam cerita. Minke yang masih seorang pelajar dan merupakan anak dari seorang Bupatimendapat gunjingan dari masyarakat karena tinggal serumah dengan seorang Nyai. Hal ini membuat Minke pada suatu ketika dibawa oleh seorang suruhan ayahnya, untuk pulang kerumahnya di kota B. Inilah yang menjadi awal digambarkannya seorang Minke oleh Pram sebagai seorang yang tidak suka terhadap kekuasaan semena-mena. Ketika ia harus melakukan ritual berupa sembahan kepada ayahnya, Minke merasakan konflik dalam batinnya. Ia mendapati dirinya hina dan rendah, dihadapan ayahnya sendiri.

Tidak hanya pada ayahnya, Minke juga melakukan perlawanan terhadap bentuk-bentuk penjajahan yang dilakukan bangsa Eropa saat itu, dimana dirinya sebagai seorang pribumi mendapat perlakuan tidak adil ditanahnya sendiri.Diceritakan Minke dan Annelies pun akhirnya menikah. Namun, status perkawinan mereka dinyatakan tidak sah oleh pihak Eropa, dengan alasan tidak adanya wali sah dari Annelies, mengingat ibunya adalah seorang Nyai. Annelies pun dikirim ke Nederland untuk kemudian diasuh oleh Ir. Maurits Mellema, anak sah dari Herman Mellema, yang ditunjuk oleh pengadilan Amsterdam sebagai wali atas Annelies. Minke dan Nyai Ontosoroh pun mencoba berbagai cara dalam melakukan perlawanan atas tindakan itu. Perlawanan Minke dan Nyai Ontosoroh tidak berhasil dalam membuat Annelies untuk tetap tinggal. Hal ini membuat Minke mempertanyakan dirinya sebagai pribumi dihadapan Eropa, bagaimana perbuatan Eropa yang selama ini ia anggap sebagai kiblat pengetahuannya, telah memperlakukannya sedemikian rupa.

Membaca buku ini seolah membawa pembaca kedalam situasi nyata yang ada pada masa itu. Bagaimana kisah cinta diceritakan oleh Pram dengan bahasanya yang khas kedalam bentuk kisah perlawanan dan perjuangan seorang pribumi terhadap kekuasaan penjajah.Pram secara apik dan detail berhasil menggambarkan kondisi bumi dan manusianya sehingga dapat menyingkap sisi-sisi lain kehidupan sosial masa itu, yang jarang tertulis dalam buku sejarah pada umumnya.

(Visited 135 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here