Malang, PERSPEKTIF – Keluarnya Surat Ketetapan (SK) dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) No.030/SK/BAN-PT/akred/PT/I/2014 menunjukkan turunnya kualitas standar pendidikan di UB saat ini.
Jika dibandingkan dengan perguruan tinggi yang ada di Malang, terdapat beberapa perguruan tinggi yang telah berakreditasi A, diantaranya yaitu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang. Pada tulisan yang dimuat di tempo.com6 Maret 2013 lalu, UMM mendapatkan akreditasi A pada tahun 2013 dan berlaku sampai tahun 2018 seperti yang terdapat pada Surat Keputusan No. 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013 tanggal 21 Februari 2013.
Selain UMM, baru-baru ini UIN Malang juga telah terakreditasi A. Hal itu terlihat dari halaman utama website resmi UIN Malang yang tertera ucapan “Selamat dan Sukses UIN Maliki Terakreditasi A” beserta surat keputusan No. 032/SK/BAN-PT/AKRED/PT/2014.
Ketika ditemui di gedung B FISIP pada 12 Maret 2014, Asih Purwanti selaku ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FISIP UB, menyampaikan penyesalannya tentang turunnya akreditasi UB, “Saya juga menyesal. Istilahnya I feel sorry for that. Ini kan akreditasi nasional yang dilakukan oleh lembaga BAN-PT, jadi terdiri dari banyak penilaian. Mungkin dari UB ada beberapa penilaian yang kurang, B nya juga bukan B kecil, B nya B besar, kurang sedikit saja poinnya,” ungkapnya.
Perbandingan akreditasi juga menonjol di beberapa prodi. Seperti yang diungkapkan pada situs resmi UMM, umm.ac.id pada 1 November 2013 lalu, bahwa perubahan akreditasi universitas juga diikuti perubahan akreditasi di beberapa prodi, khususnya FISIP. Akhir tahun 2013 ini menjadi berkah bagi FISIP UMM yang banyak memeroleh akreditasi A. Ilmu komunikasi tetap mempertahankan akreditasi A-nya, ditambah dengan empat prodi lainnya yang juga menyusul mendapatkan akreditasi A. Prodi Ilmu Pemerintahan dari B ke A, Kesejahteraan Sosial dari B ke A, Sosiologi dari B ke A, serta Hubungan Internasional dari C ke A.
Ditanya mengenai beberapa prodi di UMM yang berakreditasi A, sedangkan prodi yang sama di UB masih B, bahkan C, Asih Purwanti menjelaskan bahwa lamanya prodi yang ada juga berpengaruh terhadap akreditasi. Selain itu, ia menilai jumlah mahasiswa yang lulus di prodi tersebut, dan kontribusi mahasiswa berupa prestasi juga berpengaruh dalam hal akreditasi. “Prodi tersebut (yang di UMM, Red) memang sudah lama berdiri,  Sedangkan FISIP UB saja masih baru. Akreditasi B untuk prodi baru itu sudah bagus,” ujar dosen Hubungan Internasional tersebut.
Sementara itu, seperti yang ditulis pada halaman Surya Online (19/2), turunnnya akreditasi UB kali ini dikarenakan minimnya jumlah tenaga pengajar yang bergelar Profesor yang hanya sekitar sembilan persen serta Doktor yang hanya berjumlah 29 persen dari total keseluruhan pengajar.  (dew/jnr)

(Visited 73 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here